Khususiyah Minggu Wagean | Adhang - Adhang Tetese Umbun

Minggu, 01 September 2024 Kegiatan Tahun 2024
Share Kegiatan Suluk Peradaban :

Syaikh itu mestilah mempunyai silsilah yg sah dan benar yaitu yg muttasil (yg bersambung hingga sampai kepada Rasulullah tanpa terputus). Syarat ini bermaksud bahwa ilmu dan amalan Syaikh itu adalah diterima dari Syaikhnya. Syaikhnya itu pula menerimanya dari Syaikhnya. Begitulah keadaannya sehingga akhirnya sampai kepada Rasulullah saw. Tanpa ada silsilah seperti yg disebutkan itu, maka seseorang itu tidak boleh menjadi Syaikh.

Syaikh Ahmad Al Kamashkhanawi menegaskan hal tersebut dengan katanya :

"Orang yg tidak sah keturunannya kepada golongan Suffiyah maka ia merupakan anak yg ditemui di tengah jalan yg tidak berbapa, tidak harus baginya bercakap dan duduk untuk tujuan mengasuh para murid, kecuali setelah ia belajar adab tariqah itu daripada seorang Syaikh yg kamil."

Oleh sebab itulah, maka seseorang Islam yg telah menceburkan diri dalam amalan tariqah diwajibkan mengetahui silsilah Syaikhnya atau Gurunya. Jika ia tidak mengetahui silsilah Syaikhnya berarti ia berjalan dalam keadaan buta.

 

Syaikh Abdul Wahab Al Sya`rani ada mengatakan mengenai hal ini dengan katanya:

"Ketahuilah wahai murid , sesiapa yg tidak kenalkan bapanya dan para datuknya dalam tariqah itu, maka ia buta dan mungkin juga nasabnya dihubungkan kepada orang lain yg bukan bapanya (yang sebenar)."

Silsilah Syaikh yg muttasil atau yg bersambung hingga sampai kepada Rasulullah saw, itu bertujuan supaya mendapat keberkahan (al barakah) atau kesan rohani(al ta`thir al rohani) daripada Allah swt, menerusi dan sambung kpd Rasulullah saw, dan semua Syaikh yg terdapat dalam silsilah itu, hingga itu akan benar" sampai kepada murid yg dipimpin dan di asuh.Tanpa keberkahan atau kesan rohani tersebut, maka seseorang yg beramal dengan ilmu tariqah/makrifat itu, tidak akan dapat mencapai matlamat amalannya itu,sekalipun ia bersunguh-sungguh dan mempunyai keazaman dan adab yg benar.

 

Syaikh Abdul al Halim Mahmud ada menegaskan dengan katanya:

"(Mesti ada) perhubungan dengan silsilah yg benar sah. Kerana sesungguhnya keberkahan yg akan dicapai dari adanya persambungan silsilah yg benar-- benar sah itu menjadi syarat yg pokok/asas (bagai ilmu tasauf) kerana tanpa silsilah tersebut, seseorang itu tidak akan mencapai satu darjat pun dari berbagai bagai derajat tasawuf, sekalipun dapat permulaan (yg paling rendah) dalam tasawuf."

Oleh yg demikian, jika silsilah Syaikh itu tidak muttasil atau tidak bersambung sampai kepada Rasulullah saw, berarti terputus keberkahannya.